Lebih Dekat Komunitas Akademi Gajah

 


 Fokus Isu Lingkungan Hidup

Beberapa tahun belakangan ini, berbagai komunitas dengan latar belakang dan tujuan dibentuk. Diantaranya, komunitas Akademi Gajah yang cukup eksis dalam merespon isu lingkungan, pendidikan, budaya, riset dan lainnya.

____________

Ahmad Yani-MATARAM

----------------------------

Sekelompok pria dan wanita nampak serius berdiskusi. Meski terlihat santai, tak menghilangkan kesan ada keseriusan. Mereka itu tergabung dalam komunitas Akademi Gajah.

Mereka sedang menggelar workshop Green Faith yakni diskusi lintas Iman tentang perubahan Iklim dan Agama.

Workshop yang digelar komunitas Akademi Gajah, ini berangkat dari sebuah kegelisahan tentang ancaman krisis iklim yang coba diselesaikan dengan jalan politik.

Akademi Gajah adalah komunitas yang selama ini eksis dan fokus terhadap isu lingkungan, pendidikan, budaya, riset dan lainnya.

“ Komunitas Akademi Gajah terbentuk sejak 2019 lalu,” kata sekretaris komunitas Akademi Gajah, Khaerul Ihwan, kepada Radar Lombok, kemarin.

Anggota komunitas Akademi Gajah berasal dari beragam profesi dan latar belakang. Mulai dari dosen, guru, wartawan, Mahasiswa, Pelajar dan lainnya.

Keputusan terbentuk komunitas Akademi Gajah, dengan fokus isu lingkungan dan budaya, karena pihaknya melihat ada pertumbuhan ekonomi tinggi, yang cenderung mengabaikan tentang keseimbangan lingkungan.

Sehingga perlu peran dan kontribusi banyak pihak lainnya untuk menyuarakan hal tersebut.

Komunitas Akademi Gajah, mencoba memetrot satu isu dengan beragam perspektif.

Sebagian besar anggota komunitas Akademi Gajah adalah anak Muda. Menurutnya, ancaman perubahan iklim pada tahun 2050 harus diwaspadai, dan karena semua pihaknya harus bergerak mulai saat ini.

Belakangan ini, banyak tumbuh anak-anak muda yang peduli terhadap isu lingkungan.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pertama, speak up. Anak muda harus angkat bicara. Satu-satunya cara untuk dapat membuat masyarakat sadar akan hakikat perubahan iklim dan dampaknya adalah dengan jalan edukasi yang terus menerus.

Kedua, Efisiensi energi. Ini tugas individu dan negara. Efisiensi energi berarti komitmen untuk menggunakan lebih sedikt energi.

Ketiga, menyederhanakan makan. Menghindari budaya makan daging dan dairy product, itu adalah salah satu cara terbesar untuk mengurangi dampak krisis iklim pada bumi.

Keempat, Hentikan konsumerisme. Kendalikan hasrat untuk berbelanja. Ingatlah bahwa limbah yang dihasilkan akan mempengaruhi anak cucu di masa depan.

“ Ini selalu kita tekankan,” ucapnya.

Misalnya worshop green faith yang digelar komunitas akademi gajah berangkat dari sebuah kegelisahan tentang ancaman krisis yang coba diselesaikan dengan jalan politik.

Kegiatan itu diikuti sejumlah pelajar dari sejumlah agama.

Meski pandemi Covid-19 telah memberikan manusia kesadaran ekologis sekaligus memberikan kesempatan bagi bumi untuk istirahat, suhu bumi tetap menghangat dan perubahan iklim semakin menunjukan gejala yang serius.

Dia berpandangan, selama murni menggunakan pendekatan politik, upaya penyelamatan bumi dari bencana perubahan iklim tidak akan menemukan titik temu yang ikhlas.

Harus ada suara rahim agama. Agama mampu mendorong manusia untuk berjuang tanpa iming-iming materi. Agama harus terlibat dan berkontribusi dengan menggunakan seluruh khazanahnya.

Umat beragama harus sejak dini mempelajari khazanah lingkungan hidup dari rahim agama masing-masing sekaligus berkolaborasi dengan umat agama lainnya untuk melakukan aksi-aksi lingkungan hidup.

“ Celah ini coba  kita gunakan,” terangnya.

Komunitas Akademi Gajah menargetkan kedepan, pihaknya bisa membentuk lembaga green peace dengan kader-kader siap totalitas dalam menyuarakan isu-isu lingkungan hidup di NTB.

“ Kita belum ada lembaga green peace di NTB,” pungkasnya.**

F-

Peduli lingkungan : Komunitas Akademi Gajah menggelar worshop greenfaith terkait telaah terhadap isu lingkungan, Minggu lalu (9/1).

Belum ada Komentar untuk "Lebih Dekat Komunitas Akademi Gajah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel