Ronny, Chef Dunia Kini Banyak Latih Pemuda NTB

Ajarkan Aneka Makanan Berstandar Internasional 

 Ada pandemi Covid-19 sudah melanda dunia, dua tahun terakhir ini. Membuat Ahmad Furqaan Noor atau akrab disebut Chef Ronny, tidak bisa kembali ke Denmark. 

 Dia pun kini banyak melatih pemuda pemuda NTB, untuk bisa memasak sesuai standar internasional. Kuliner atau masakan jadi salah satu penopang penting dalam mengembangkan dan memajukan dunia pariwisata di NTB. 

 Chef Ronny nampak cekatan meramu dan meracik berbagai aneka menu masakan. Sebagian besar menu masakan luar negeri. Racikan dan standar penyajian disesuaikan standar internasional. Dia adalah Chef kelas Dunia. Lulusan
Hillerod Skole Kopenhagen, Denmark. Sudah hampir tiga puluh tahun, Chef Ronny tinggal di Denmark. Dirinya pun sudah menjelajahi negara-negara ada di benua Eropa tersebut. Termasuk dia sudah mempelajari berbagai aneka masakan ada di masing-masing negara di benua eropa tersebut. Bahkan, negara di belahan dunia lainnya. 


 Dengan skill dan keterampilan dimiliki sebagai chef kelas dunia. Ronny pun kini banyak melatih dan menularkan skill dan keterampilan itu kepada pemuda pemuda ada di NTB. “ Saat ini saya fokus melatih agar pemuda pemuda di NTB bisa memasak sesuai standar internasional,” katanya, ditemui beberapa waktu lalu. 


 Ada pandemic Covid-19 sudah melanda dunia sejak awal 2020 lalu. Memaksa Chef Ronny tidak bisa kembali ke Denmark. Atas kondisi itu. Chef Ronny pun memilih tinggal di Desa Sapit, Suela, Lombok Timur. Dia pun ingin peran dan kontribusi bagi pengembangan dan kemajuan dunia pariwisata khusus di pulau Lombok dan NTB pada umumnya. Dengan mendorong dan mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata melalui keterampilan dan skill memasak sesuai standar internasional. “ Ini sedang kita upayakan,” paparnya.


 Selama terjebak akibat pandemic Covid. Chef Ronny sudah memberikan pelatihan kepada pemuda pemuda di hampir semua kabupaten kota di NTB. Baik sifat perorangan, kelompok maupun sekolah kejuruan di NTB. Bahkan, di Desa Sapit dirinya sudah membuka tempat pelatihan memasak bagi para pelaku atau pegiat wisata. 


 Dia melihat, dengan maju dan berkembang dunia pariwisata di NTB. Banyak pelaku atau pegiat pariwisata tidak siap dengan menyajikan aneka masakan berstandar internasional. Bahkan, Racikan dan penyajian aneka masakan jauh dari kualitas standar internasional. Baginya, penting untuk menyajikan aneka masakan standar internasional, sebagai upaya memberikan kualitas pelayanan lebih maksimal kepada para wisatawan dari seluruh dunia.


 Kuliner atau aneka masakan itu sering kali menjadi salah satu opsi para wisatawan berkunjung ke suatu negara. Kuliner itu bisa jadi destinasi wisata bisa ditawarkan. “ Maju atau mundur pariwisata, juga ditentukan dari sajian aneka kuliner atau masakannya,” paparnya.


 Selain melatih memasak standar internasional. Chef Ronny pun sibuk mengurus dua homestay yang dimiliki di Desa Sapit. Yakni, Hati suci Homestay yang dibangun sejak 1990-an dan Balelangga Bed and Breakfast yang dibangun sejak tahun 1996. Ronny pun bertekad ingin dedikasi dan memberikan sumbangsih bagi kemajuan dan pengembangan pariwisata di NTB.*** 


 f- Chef kelas dunia : Chef Ronny kini banyak melatih dan mengajarkan aneka masakan berstandar internasional kepada pemuda pemuda di NTB

Belum ada Komentar untuk "Ronny, Chef Dunia Kini Banyak Latih Pemuda NTB"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel